<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dhaniez's Weblog</title>
	<atom:link href="http://dhaniez.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dhaniez.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Nov 2008 13:12:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dhaniez.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dhaniez's Weblog</title>
		<link>http://dhaniez.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dhaniez.wordpress.com/osd.xml" title="Dhaniez&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dhaniez.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>KONTROVERSI PERNIKAHAN SYEIKH PUJI DAN KEPENTINGAN MEDIA</title>
		<link>http://dhaniez.wordpress.com/2008/11/17/kontroversi-pernikahan-syeikh-puji-dan-kepentingan-media/</link>
		<comments>http://dhaniez.wordpress.com/2008/11/17/kontroversi-pernikahan-syeikh-puji-dan-kepentingan-media/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 12:49:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhaniez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Media]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhaniez.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[oleh :Ramadhani Syah Fitri Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia Selama tiga pekan terakhir, masyarakat disuapi dengan pemberitaan pernikahan syeikh Puji, seorang pengusaha kaya dan pemilik pondok pesanteren Miftahul Jannah di Semarang. Yang menjadi lahapnya pemberitaan media pada saat itu, mengenai pernikahannya yang kedua dengan seorang bocah yang berusia 12 tahun. Banyak media yang gencar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhaniez.wordpress.com&amp;blog=2016355&amp;post=13&amp;subd=dhaniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>oleh :Ramadhani Syah Fitri<br />
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia</em></p>
<p><em></em><br />
Selama tiga pekan terakhir, masyarakat disuapi dengan pemberitaan pernikahan syeikh Puji, seorang pengusaha kaya dan pemilik pondok pesanteren Miftahul Jannah di Semarang. Yang menjadi lahapnya pemberitaan media pada saat itu, mengenai pernikahannya yang kedua dengan seorang bocah yang berusia 12 tahun. Banyak media yang gencar memberitakan hal tersebut secara bersamaan dan berulang-ulang.<br />
Mengenai kasus tersebut, timbul suatu ketertarikan dari pihak media untuk dapat mengupas berita secara berlanjut. Pola pemberitaan media yang bertujuan meningkatkan rating pemberitaan dengan mengemas pemberitaan pernikahan syeikh Puji, untuk menuia kontroversi dari berbagai pihak. Hal ini menjadi bahasan yang menarik dalam penulisan artikel oleh penilis.<br />
Pengertian Pernikahan dan Media<br />
Menurut bahasa, nikah berati penyatuan. Diartikan juga sebagai akad atau hubungan badan. Menurut syar’I, nikah adalan sebuah akad yang menghalalkan hubungan antara laki-laki dan perempuan.(Fiqih Wanita, 2006: 375). Dalam akad tersebut, mengandung dua segmen, yaitu penyatuan dan hubungan. Penyatuan berati bagaimana kedua pihak antara laki-laki dan perempuan bersatu. Hubungan dipersepsi sebagai suatu ikatan yang terjalin didalamnya.<br />
Media adalah wahana. Tempat dimana dapat menampung sesuatu. (Kamus Ilmiah Populer, 2006: 302). Media massa adalah peralatan (sarana) untuk menyebarkan informasi ke masyarakat. (www.google.com). Dalam dimensi peralatan, media massa yang digunakan dalam penyebaran informasi yang terkait dengan jurnalistik adalah media cetak, Radio, Televisi dan kantor berita.<br />
Pola Pemberitaan Media<br />
Munculnya pemberitaan pernikahan Pujiono ke permukaan publik, di sebarkan oleh media yang pada saat itu mencium gerak-gerik sang pengusaha kaya yang mengadakan kompetisi dari 21 kandidat  calon istri keduanya secara terbuka atau blak-blakan di pondok pesanteren. Kasus ini menjadi santapan empuk bagi media untuk diberitakan dan meraih rating yang tinggi, mengingat kasus yang akan dibahas adalah kasus seorang pengusaha kaya, seorang kiyai, dan pemilik pesantren besar di semarang.<br />
Media massa, khususnya televisi. Mengupas berita tersebut diberbagai program acara. Tidak saja di program khusus berita, tetapi juga di program-program infotainment lainnya. Hal ini menunjukkan kegencaran para pembuat dan produser berita untuk menyuguhkan berita yang dianggap dapat menuai kontroversial di hadapan publik.<br />
Satu contoh, stasiun TV yaitu RCTI. Memberitakan pernikahan syeikh Puji pada saat jam program berita, sekilas hal yang diberitakan jelas dan cukup berisi pada durasi yang tidak cukup lama. Namun, disisi lain media berasumsi bahwa kasus pernikahan syeikh puji, belum tuntas untuk di bahas hanya dengan durasi yang singkat. Perlu adanya durasi tambahan di program lain yang berhubungan dengan pola pemberitaan untuk di konsumsi masyarakat.<br />
Dengan pola pemberitaan yang berkelanjutan dan berulang-ulang oleh media TV, menciptakan beragam opini dari para ahli dan masyarakat yang ikut ambil bicara dalam menanggapi peristiwa pernikahan syeikh Puji dengan Ulfa.<br />
Dalam mencari dukungan dan kekuatan berita, media terus gencar menggait para narasumber yang berasal dari ahli tertentu. Seperti politisi, aktivis perempuan, MUI, NU, KPAI dan masyarakat.<br />
Politisi PKS, Hilman Rosyad Syihab, berpendapat, pernikahan Syekh Puji tidak masalah. Menurut dia, secara syariah Islam perempuan sudah haid maupun belum haid dapat dinikahkan. Jadi secara hukum agama nggak ada masalah, diperbolehkan. Rasulullah menikahi Aisyah di usia 7 tahun, tapi nggak campur sampai akil balig.(Nasional, 23 Oktober 2008).<br />
Namun Ketua Umum Indonesia Conference on Religion and Peace (ICRP) yang juga aktivis perempuan, Siti Musdah Mulia, menolak pernikahan Aisyah dijadikan rujukan utama dalam masalah ini. Sebab, selain Aisyah, Nabi juga mempunyai istri lain yang usianya lebih tua. Jika merujuk Aisyah, itu di masa abad ke 7. Belum ada kesadaran mengenai perbudakan, eksploitasi terhadap anak, dan hak-hak reproduksi perempuan, katanya. Lagi pula, kata dia, ada serangkaian aturan ketika Nabi Muhammad menikahi Aisyah. Waktu melakukan perkawinan, Nabi mengembalikan Aisyah kepada orang tuanya. Setelah dewasa baru dijemput, katanya.(Nasional, 23 Oktober 2008).</p>
<p>Ketua MUI Umar Shihab mengatakan, bisa saja Syekh Puji dipidanakan. Menurut UU Perkawinan. Kata dia, pernikahan dengan anak berumur 12 tahun tidak sah sebab dalam UU Perkawinan, batas usia menikah anak perempuan adalah 16 tahun. Bisa saja kalau mau mempidanakan.</p>
<p>Umar Shihab mengurai, pernikahan yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang sudah balig dan memenuhi syarat-syarat pernikahan, sah menurut hukum Islam. Demikian pula pernikahan siri, asal memenuhi syarat-syarat pernikahan maka tidak ada masalah. Hanya saja, mengingat banyaknya kasus pernikahan siri disalahgunakan, Umar menghimbau agar para tokoh agama tidak melakukan pernikahan tersebut. MUI minta supaya masyarakat taat pada aturan agama dan negara, tegas Umar. (Nasional, 23 Oktober 2008).</p>
<p>Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Wafa Patria Umma, mengaku prihatin dengan kasus pernikahan anak perempuan di bawah umur, menyusul berita pernikahan seorang saudagar kaya di Semarang Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji dengan seorang anak berusia 12 tahun. (Warta, 27 Oktober 2008).</p>
<p>Menurut Wafa, secara psikologis anak usia 12 belum siap untuk menikah, meski keluarganya telah mengizinkan. Anak yang dinikahi Syekh Puji seharusnya masih berstatus sebagai pelajar dan masih pantas bermain dengan anak seusianya.</p>
<p>Sekretaris Umum PP IPPNU Margaret Aliyatul menambahkan, Lutfiana Ulfa yang menikah dengan Syekh Puji tidak hanya dihadapkan dengan persoalan usia yang masih belia. “Dalam usia segitu dia juga harus menerima kenyataan menjadi istri kedua,” katanya.<br />
Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI beranggapan bahwa Syekh Puji telah melanggar Undang Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak.(Warta, 27 Oktober 2008).<br />
Menurut Lady L, salah satu masyarakat Indonesia berpendapat, “ klo mnurut gue ini bisa buat anak itu bisa kehilangan masa remajanya, trus gak baik buat psikologi anak itu. bisa jadi dia nantinya akan suka ama orang lain trus terjadi deh perselingkuhan karena masa remajanya udah hilang&#8230;” katanya.(www.google.com).<br />
Dengan beragam opini tersebut, memberi suatu kekuatan yang super power bagi media televisi untuk menarik perhatian masyarakat dan menaruh keyakinan kepada pola pikir masyarakat bahwa apa yang diberitakan media adalah benar. Dan dapat mengajak lebih banyak kotnroversi dari pihak masyarakat, mengenai pernikahan yang dilakukan syeikh Puji terhadap bocah berusia 12 tahun.<br />
Terakhir, pemberitaan media mulai surut, saat syeikh Puji menyetujui untuk mengembalikan Ulfa kepada orang tuanya. Masyarakatpun sudah enggan membahas kasus tersebut, sehingga tidak ada lagi keterpihakan terhadap berita yang masih berkutat pada masalah yang dianggap telah selesai.<br />
Media juga mengambil alih ke pemberitaan lain, yang lebih memiliki moment setelah dikembalikannya Ulfa ke rumah orangtuanya. Dan selesailah kontroversi pernikahan Syeikh Puji dan Kepentingan Media terhadap berita tersebut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhaniez.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhaniez.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhaniez.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhaniez.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhaniez.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhaniez.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhaniez.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhaniez.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhaniez.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhaniez.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhaniez.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhaniez.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhaniez.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhaniez.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhaniez.wordpress.com&amp;blog=2016355&amp;post=13&amp;subd=dhaniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhaniez.wordpress.com/2008/11/17/kontroversi-pernikahan-syeikh-puji-dan-kepentingan-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/45898529343609f1e21b273ca695d3ad?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dhaniez</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KIAT PUBLIC RELATIONS (PR) DALAM  MENYUKSESKAN CANDIDATE – ORIENTED CAMPAINGN</title>
		<link>http://dhaniez.wordpress.com/2008/11/17/kiat-public-relations-pr-dalam-menyukseskan-candidate-%e2%80%93-oriented-campaingn/</link>
		<comments>http://dhaniez.wordpress.com/2008/11/17/kiat-public-relations-pr-dalam-menyukseskan-candidate-%e2%80%93-oriented-campaingn/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 12:10:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhaniez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhaniez.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[oleh : Ramadhani Syah Fitri ( Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia ) Menjelang pemilu 2009, maraknya calon kandidat pemerintahan yang gencar dalam membangun citra sebagai sosok yang paling sempurna untuk Indonesia. Mereka mencuri hati masyarakat dengan melakukan beragam cara yang memberi efek terhadap keberadaan mereka sebagai calon kandidat. Diantara mereka kebanyakan memilih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhaniez.wordpress.com&amp;blog=2016355&amp;post=9&amp;subd=dhaniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh : Ramadhani Syah Fitri</p>
<p>( Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia )</p>
<p>Menjelang pemilu 2009, maraknya calon kandidat pemerintahan yang gencar dalam membangun citra sebagai sosok yang paling sempurna untuk Indonesia. Mereka mencuri hati masyarakat dengan melakukan beragam cara yang memberi efek terhadap keberadaan mereka sebagai calon kandidat. Diantara mereka kebanyakan memilih media untuk berkampanye , seperti iklan politik, spanduk, dan yang terheboh adalah terjun langsung dalam masyarakat untuk menebarkan pesona sang pemimpin Negara.<br />
Dari media diatas, mengadakan kampanye secara langsung merupakan cara yang lebih mendekati hati rakyat, dengan adanya kampanye tersebut, rakyat dapat menyaksikan secara langsung seorang calon legislatif yang memilki misi dan visi yang bagaimana yang akan diterapkan jika dia menjadi seorang kepala pemerintahan.lebih baikkah atau sama saja dengan yang sebelumnya?, ini akan membentuk opini tersendiri dari pandangan publik.<br />
Dalam buku Ruslan disebutkan beberapa pendefiniasian dari kampanye, diantaranya: Rogers dan Storey mendefinisikan kampanye sebagai serangkaian kegiatan komunikasi yang teroganisasi dengan tujuan untuk menciptakan dampak tertentu terhadap sebagian besar khalayak sasaran secara berkelanjutan dalam periode waktu tertentu. Dan Rajasundaram mengungkapkan suatu kampanye merupakan koordinasi dari berbagai perbedaan metode komunikasi yang memfokuskan perhatian pada permasalahan tertentu dan sekaligus cara pemecahannya dalam kurun waktu tertentu.<br />
Definisi diatas dapat disimpulkan bahwa untuk berkampanye, tidaklah semudah yang kita bayangkan. Banyak hal yang harus dilakukan agar kampanye tersebut tidak sia-sia dan memberikan hasil dari tujuan seorang calon legislatif berkampanye. Mulai dari menentukan target publik, tema kampanye, menarik perhatian publik serta memotivasi masyarakat untuk mendukung seorang calon legislatif.<br />
Darisinilah seorang public relations (PR) mulai menunjukkan keahliannya dalam menyusun konsep, menentukan sasaran publik dan melobi beberapa pihak yang berhubungan dalam menyukseskan kampanye tersebut. Public Relations (PR) merupakan fungsi manajemen untuk mencapai target tertentu yang sebelumnya harus mempunyai program kerja yang jelas dan rinci, mencari fakta, merencanakan, mengkomunikasikan, hingga mengevaluasi hasil-hasil apa yang telah dicapainya. (Ruslan, 2005: 5).<br />
PR politik menjadi ‘service industry’ yang memfasilitasi komunikasi politik di antara partai politik, kandidat dan publik, mendesain dan memproduksi publisitas dan propaganda, mencari dana, memberi nasehat dalam kebijakan dan presentasi dan poling opini publik, singkatnya bisa disebut sebagai ‘manajer panggung dan penulis kreatif dari teater politik yang hidup. (McNair, 1999:128)</p>
<p>Untuk menyukseskan kampanye, seorang PR memiliki power of opinion dalam membentuk sikap atau opini public terhadap sang calon legislatif. Beragam kegiatan dilakukan PR dalam membentuk opini tersebut dengan mempublikasikan tujuan dari adanya kampanye politik, diantaranya, memasang iklan komersil di media televisi dan media cetak yang menampilkan latar belakang dan citra calon legislatif, menyebarkan spanduk yang berisikan foto dan slogan dari perwakilan calon kandidat dari partai tertentu. Dan mengadakan event dalam bentuk perayaan sebagai hiburan bagi rakyat yang dibentuk oleh suatu partai tertentu untuk menarik simpati dan perhatian yang ekstra dari masyarakat untuk ikut bertindak dalam pemilihan umum.<br />
Sebagai contoh, marak terlihat dibeberapa daerah dari perkotaan hingga pedesaan, banyaknya spanduk Sutrisno Bahir dari partai PAN (partai amanat nasional) dengan slogan “ Hidup adalah Perbuatan “. Ini merupakan kegiatan tim sukses termasuk PR dari SB untuk menarik perhatian publik. Selain SB, ada juga calon kandidat dri partai lain seperti, Susilo Bambang Yudhiyono (SBY) dari partai Demokrat, Prabowo Subianto (PS) dari partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya), dan lainnya.<br />
Tidak sekedar kegiatan tersebut, seorang PR harus terampil dalam memanajemenkan kegiatan kampanye, seperti memilih target audience. Dalam pemilahan sasaran target, PR harus dengan jeli menyorot latar belakang masyarakat yang mudah untuk dipengaruhi seperti (Status Sosial Ekonomi, Pendidikan dan lingkungan budaya) dan memiliki jumlah penduduk yang relatif  besar. Tentunya kegiatan ini akan menyita pemikiran yang cukup matang untuk mewaspadai akan terjadinya kesalahan dalam pemilahan target pendukung calon legislatif.<br />
Dapat disimpulkan, ada 9 hal yang harus dilakukan PR dalam menyuksekan kampaye calon kandidat pemerintahan menurut Ruslan (2005; 80) adalah sebagai berikut: (1). Menentukan tujuan yang hendak dicapai, (2). Menentukan sasaran kampanye, (3). Menentukan ruang lingkup kampanye (lokal, regional atau nasional), (4). Menentukan jangka waktunya (life of circle), (5). Menentukan public sasarannya (pemerintah, swasta, masyarakat, customer atau consumen, dan lain-lain), (6). Menentukan tema, topic atau isu dari kampanye tersebut, (7). Menentukan efek yang akan diinginkan dalam suatu kampanye, (8). Menentukan fasilitas, perlengkapan, atau sarana yang akan menunjang suatu kampanye, dan (9). Pembentukan team work (tim kerja) yang solid dan professional.<br />
Referensi<br />
-    Ruslan, Rosady. Kiat dan Strategi Kampanye Public Relations. Jakarta: Rajawali Pers. 2005.<br />
-    Mc Nair, Brian. An Introduction to Political Communication. London and New York: Routledge. 1999.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhaniez.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhaniez.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhaniez.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhaniez.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhaniez.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhaniez.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhaniez.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhaniez.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhaniez.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhaniez.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhaniez.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhaniez.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhaniez.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhaniez.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhaniez.wordpress.com&amp;blog=2016355&amp;post=9&amp;subd=dhaniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhaniez.wordpress.com/2008/11/17/kiat-public-relations-pr-dalam-menyukseskan-candidate-%e2%80%93-oriented-campaingn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/45898529343609f1e21b273ca695d3ad?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dhaniez</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kegemaran Seorang Insan</title>
		<link>http://dhaniez.wordpress.com/2007/10/30/kegemaran-seorang-insan/</link>
		<comments>http://dhaniez.wordpress.com/2007/10/30/kegemaran-seorang-insan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2007 00:58:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dhaniez</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dhaniez.wordpress.com/2007/10/30/kegemaran-seorang-insan/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap insan yang berada dimuka bumi ini, pastilah memiliki beragam kesukaan dan kesenangan yang sangat digemari. Baik itu hal yang berkenaan dengan kehidupan duniawi maupun surgawi. Setiap insan pasti tahu apa yang mereka gemari dalam kebiasaan bergaul dan berinteraksi.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhaniez.wordpress.com&amp;blog=2016355&amp;post=3&amp;subd=dhaniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap insan yang berada dimuka bumi ini, pastilah memiliki beragam kesukaan dan kesenangan yang sangat digemari. Baik itu hal yang berkenaan dengan kehidupan duniawi maupun surgawi. Setiap insan pasti tahu apa yang mereka gemari dalam kebiasaan bergaul dan berinteraksi.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dhaniez.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dhaniez.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dhaniez.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dhaniez.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dhaniez.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dhaniez.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dhaniez.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dhaniez.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dhaniez.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dhaniez.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dhaniez.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dhaniez.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dhaniez.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dhaniez.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dhaniez.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dhaniez.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dhaniez.wordpress.com&amp;blog=2016355&amp;post=3&amp;subd=dhaniez&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dhaniez.wordpress.com/2007/10/30/kegemaran-seorang-insan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/45898529343609f1e21b273ca695d3ad?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dhaniez</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
